bandung jkt……2setengahjam…
met faghiee…..
fyi, dengan 29 rebu tolnya…2setengah jam….sikkkkkkkkk asikk…APRIL 2005 mulai OPERASI! bandung yuk bandung…….
regards,
si om
Senin, 28 Maret 2005
Tol Cipularang Beroperasi, Bandung Akan Makin Macet
Bandung, Kompas - Setelah jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang serta jalan tol di dalam Kota Bandung Pasteur-Surapati bisa beroperasi, Kota Bandung diperkirakan akan menjadi semakin bertambah macet. Untuk mengurangi beban kemacetan ini, Kota Bandung harus menyebar obyek wisata yang masih terkonsentrasi di Kota Kembang itu.
Demikian Yachya Machmoed, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Provinsi Jawa Barat, mengatakan hal ini di Bandung, Minggu (27/3).
“Setelah tol dioperasikan, akses ke Bandung dan sekitarnya akan menjadi lebih mudah dan cepat. Kalau dengan jalan biasa, perjalanan dari Jakarta membutuhkan waktu lima hingga enam jam. Dengan adanya tol, perjalanan dari Jakarta ke Bandung hanya membutuhkan 2,5 jam,” ujar Yachya.
Namun, dampak negatifnya, Kota Bandung yang sudah macet akan bertambah macet. “Selama ini saja untuk menuju Kota Bandung aksesnya sudah cepat, tetapi ketika akan masuk kota, perjalanan masuk menjadi sulit karena dihadang kemacetan di mana-mana. Bisa dikatakan seluruh jalan masuk ke Kota Bandung selalu macet pada akhir pekan,” ujar Yachya.
Kota Bandung harus membuat masterplan yang tepat yang mengatur penyebaran obyek wisata. Selama ini obyek wisata Kota Bandung hanya bertumpu di pusat kota. “Selama ini kawasan perumahan di pusat kota pun digunakan sebagai obyek wisata. Ini kan menyalahi aturan,” ujar Yachya.
Apalagi wilayah Kota Bandung masih luas. Sebelah timur merupakan kawasan potensial untuk dijadikan obyek wisata karena memiliki akses ke jalan tol, memiliki jalan yang cukup lebar, dan masih banyak tanah kosong untuk dikembangkan menjadi obyek wisata.
Selain itu, Kota Bandung pun harus membagi obyek wisata dengan kota dan kabupaten di sekitarnya, seperti Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Bumerang
Jika tidak dilakukan penyebaran obyek wisata, keberadaan jalan tol justru menjadi bumerang bagi Kota Bandung. Sebab, kemacetan yang seluruhnya ke arah kota terus terjadi, wisatawan akan merasa lelah berwisata ke Bandung karena terlalu lama di perjalanan.
“Kabupaten Bandung juga sebaiknya membuat jalan tol menuju selatan Bandung sebab di tempat itu terdapat obyek wisata alam yang cukup komplet dan menarik perhatian wisatawan,” kata Yachya.
Obyek wisata Bandung selatan, di antaranya, terdapat di Ciwidey, seperti air panas, bumi perkemahan, kawah putih, dan kerajinan pandai besi. “Karena aksesnya sulit, biro perjalanan tidak berani menawarkan obyek wisata tersebut pada wisatawan sebab jalan ke daerah tersebut macet. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh dua jam, kenyataannya butuh waktu empat jam,” katanya.
Secara kuantitas, Jawa Barat bisa mencapai target 40 juta wisatawan domestik per tahun. Namun, secara kualitas tidak banyak kemajuan sebab lama berkunjung para wisatawan paling lama hanya dua hari di akhir pekan.
Selama ini 60 persen wisatawan domestik yang masuk ke Bandung berasal dari Jakarta. Sisanya berasal dari Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Kini, banyak wisatawan Malaysia meluangkan waktu dua hingga tiga hari di Sumedang dan Bandung untuk bermain golf.
Kunjungan wisatawan Malaysia ke Bandung mencapai 60 orang per hari, dengan rata-rata pengeluaran uang 300 dollar Amerika Serikat selama berkunjung di Bandung. Selain berwisata golf, mereka berwisata belanja dan jajan. (y09)
Tol Jakarta-Bandung Diusulkan Rp 29.000
Bandung, Kompas - Tarif jalan tol mulai dari Cawang, Jakarta-Cikampek-Purwakarta-Padalarang- hingga pintu keluar Tol Pasteur Bandung diusulkan sebesar Rp 29.000. Tarif ini untuk kendaraan pribadi, seperti sedan dan jeep (golongan I A), di mana panjang jalan ruas tol dari Jakarta sampai ke Bandung tersebut adalah sepanjang 131 kilometer.
Demikian Direktur Utama PT Jasa Marga Syarifuddin Alambai mengatakan dalam konferensi pers di Kantor Cabang PT Jasa Marga Tol Padaleunyi, Bandung, Jumat (25/3). Tarif tersebut sama dengan Rp 355 per kilometer per kendaraan.
Adapun untuk kendaraan umum, seperti angkutan kota (Golongan I AU) diusulkan sebesar Rp 27.000, bus umum (Golongan II AU) Rp 42.500, sedangkan truk besar (Golongan III B) diusulkan Rp 57.000.
Sementara kondisi Tol Cipularang saat ini masih menunggu pengeringan cor beton di Jembatan Cikubang, sampai jalan itu dapat digunakan, mulai bulan April 2005.
Sebuah tim gabungan dari Departemen Perhubungan, Departemen Pekerjaan Umum (PU), dan kepolisian, akan melakukan uji kelayakan Tol Cipularang sebelum 8 April 2005. Selanjutnya, Menteri PU Djoko Kirmanto akan menetapkan tarif resmi dan diharapkan Tol Cipularang dapat beroperasi penuh pada akhir April 2005.
Selama menunggu keputusan Menteri, Tol Cipularang bisa digunakan masyarakat umum tanpa dipungut bayaran. Syarifuddin mengharapkan, rencana para delegasi Konferensi Asia Afrika (KAA) melewati Cipularang pada 24 April 2005 dapat terwujud. Pada saatnya nanti, ujar dia, fasilitas pelengkap, seperti rambu lalu lintas, pagar pengaman, serta pembatas jalan, sudah lengkap dipasang.
Sejumlah pekerjaan sampai sekarang masih terus diselesaikan, terutama di daerah Cikamuning, Kabupaten Bandung, yang termasuk paket 4.4. “Kendala masih ada, seperti hujan deras. Tapi kami tidak menganggap itu sebagai penghalang. Pokoknya kami kerjakan terus selama 24 jam,” ujar Syarifuddin.
Biaya pembangunan Tol Cipularang yang direncanakan sebesar Rp 1,4 triliun itu memerlukan biaya tambahan hingga jumlahnya menjadi Rp 1,6 triliun. Dana tersebut diharapkan dapat kembali setelah jalan tol itu beroperasi 12 sampai 15 tahun.
Tol berikutnya
Cipularang merupakan jalan tol satu-satunya yang dikerjakan PT Jasa Marga saat ini. Tol berikutnya yang akan dibangun yaitu Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, dan Bogor-Ring Road, mulai September 2005.
Mengingat banyaknya pemandangan di sepanjang jalan Tol Cipularang, sejumlah tempat peristirahatan direncanakan dibangun cukup luas.
Kepala Cabang PT Jasa Marga Tol Padaleunyi Hendro Atmodjo mengatakan, jalan tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) setiap hari dilewati 120.000 kendaraan per hari dengan pendapatan sebesar Rp 375 juta.
Setelah Tol Cipularang rampung, diperkirakan Jalan Tol Padaleunyi dilewati 140.000 kendaraan per hari dengan pendapatan sekitar Rp 600 juta.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Daerah (Kadinda) Jawa Barat Iwan Dermawan menyambut gembira perampungan Tol Cipularang sebab jalan itu dapat meningkatkan perekonomian Jabar karena mempercepat arus transportasi barang, jasa, dan penumpang.
Namun, Iwan menyadari jalan tersebut juga akan menimbulkan risiko kemacetan lalu lintas yang semakin parah di Kota Bandung. Mengingat hal itu, Iwan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar memikirkan antisipasi kemacetan sejak dini.
“Salah satu caranya, pemkot mempercepat pembangunan monorel. Jalan Layang Pasupati (Pasteur-Cikapayang-Surapati) juga harus segera diselesaikan,” ujar Iwan.
Dia juga sudah mendengar keluhan dari pengusaha hotel yang khawatir wisatawan dari Jakarta tidak menginap karena langsung pulang. Hal itu tidak perlu dirisaukan karena jumlah wisatawan akan melonjak. Selain itu, jumlah kamar hotel di Bandung setiap akhir minggu pun hampir selalu penuh. (bay)