Happy Easter

Selamat Merayakan Paskah…

Perayaan Paskah atau kebangkitan Yesus Kristus di negara Barat, identik dengan datangnya musim semi. Tradisi lain yang mewarnai pesta kudus umat kristiani ini adalah kelinci Paskah. Konon, tradisi menyambut Paskah ini sudah ada sejak Jerman masih dihuni kelompok-kelompok suku dan bertahan hingga kini.

Seorang pengelola museum khusus boneka ini di Kota Munich, Jerman, menyatakan, awalnya bukan kelinci yang membawa telur Paskah untuk anak-anak. Melainkan burung kuku, ayam jago, dan rubah. Sedangkan kelinci Paskah baru muncul sekitar dua abad silam. Namun, asal muasal kelinci ini tak diketahui pasti.

Kini, museum di Munich mengoleksi sekitar 2.000 boneka kelinci Paskah. Museum yang dibuka pada 1989 silam, memang khusus mengoleksi boneka ini. Museum ini disebut museum pertama sekaligus terlengkap yang mengoleksi boneka kelinci. Salah satu boneka tertua koleksi museum ini berasal dari abad ke-19. Lantaran itu, Guiness Book of Records telah menganugerahinya sebagai museum koleksi kelinci Paskah terbanyak.
Showletter
Kelinci Paskah yang disimpan terdiri dari berbagai ukuran dan bahan. Antara lain kayu, perunggu, hingga cokelat. Boneka ini juga tampil dengan berbagai dandanan seperti tentara Jerman lengkap dengan seragam khasnya. Selain boneka kelinci Paskah, museum itu juga menampilkan sejumlah koleksi kartu pos. Salah satunya berasal dari era Hitler dan juga koleksi telur Paskah. Walau koleksinya hanya bertema Paskah, museum ini dibuka untuk umum sepanjang tahun.

Kebiasaan lain yang mengikuti Paskah ialah telur Paskah. Bahkan bagi sebagian orang, telur Paskah harus ada saat memperingati kemenangan Yesus atas maut. Telur ini diburu-buru banyak orang. Uniknya, tiap negara punya kebiasaan sendiri.

Di Stockholm, Swedia, masyarakat merayakan Paskah dengan berkostum ala penyihir Skandinavia, lengkap dengan sapu terbang. Anak-anak menghampiri pintu-pintu rumah sambil membawa telur Paskah yang sudah dilukis mereka sebelumnya. Mereka berharap telur hias itu bisa ditukar dengan permen.

Sedangkan di Paris, Prancis, Paskah dirayakan dengan cokelat. Alain Furet, pembuat cokelat, kini disibukkan dengan membuat telur Paskah dari cokelat. Ukurannya bermacam-macam, tergantung permintaan konsumen. Tahun ini, Furet mematok harga 700 euro atau sekitar Rp 8,5 juta untuk telur setinggi satu meter.

Cokelat juga identik dengan perayaan Paskah di Jenewa, Swiss. Sebuah toko cokelat setempat berhasil menjual dagangannya hingga 2.000 buah atau menghabiskan sekitar dua ton cokelat untuk Paskah saja. Sementara di Hamburg, Jerman, hewan pun ikut merayakan Paskah. Di kebun binatang Hagenbeck misalnya, seekor anak gajah mendapat bingkisan telur Paskah yang berisi buah-buahan dan sayuran.(MAK/Sud dan Idr)

Leave a Reply