妈的…气死我了…真的要逼我骂脏话…
Thursday, June 29th, 2006妈的…气死我了…真的要逼我骂脏话…
这叫什么面试嘛…简直像审问犯人…
不请我就算了…已经是第三次了…
那有一家公司要去面试三次的?
还把我的作品说的一文不值…
真不懂当初为什么叫我去做
生意人懂什么叫做设计吗?
就算要请我,我也不要做了…
东家不打打西家….
妈的…气死我了…真的要逼我骂脏话…
这叫什么面试嘛…简直像审问犯人…
不请我就算了…已经是第三次了…
那有一家公司要去面试三次的?
还把我的作品说的一文不值…
真不懂当初为什么叫我去做
生意人懂什么叫做设计吗?
就算要请我,我也不要做了…
东家不打打西家….
hehehe…
finally beres juga….
istirahat sehari…
mulai lagi Jerman vs Argentina 30 Juni 2006 jam 22.00
trus Inggris vs Portugal July 1 2006 jam 02.00
lanjut ama Italia vs Ukraina July 1 2006 jam 22.00
diakhiri ama partai panas Brasil ama Perancis July 2 2006 jam 02.00
Sayang Belanda maennya udah kaya futsal [8 pemaen + 1 kiper] ga lolos dagh….
Sayang Ghana ketemu Brasil di perempat final….
Sayang Jerman musti ketemu Argentina…& Brasil ketemu Perancis di 8 besar hiks hiks…
Untung ada England yg maju melibas Portugal hehehe….
God Save ENGLAND!!!
Enjoy ur week-end….
Regards,
Om Kondre
Om pikir Basten ga nurunin Nistelrooy karna cedera atau paling tidak buat babak kedua…..ternyata ampe abis jg tetep disimpen …hiks…..IN BASTEN we TRUST…jadi ga nganugh lagi…may England….Germany or BRASIL kill PORTUGAL!…..hueeeeeeeeeehh…….
[sumber detik.com]
Nuremberg - Empat kartu merah dan 16 kartu kuning mewarnai pertandingan
babak 16 besar antara Portugal vs Belanda. Gol tunggal Maniche sudah cukup
untuk mengantar pulang pasukan Oranje pulang kampung lebih awal.
Dengan hasil ini Portugal sudah ditunggu Inggris yang menyingkirkan
Ekuador pada pertandingan sebelumnya. Namun kekuatan Portugal dipastikan
akan berkurang karena Deco dan Costinha tidak akan tampil akibat kartu
merah yang diterimanya.
Pertandingan yang yang digelar di Franken Stadion, Nuremberg, Senin
(26/6/06), berlangsung cepat, keras, panas dan menarik, sejak menit-menit
awal.
Jalannya pertandingan di babak pertama berlangsung menarik. Pelatih Marco
Van Basten yang tidak menurunkan Ruud Van Nistelrooy memainkan trio Dirk
Kuijt, Robin van, dan Arjen Robben untuk mengacak-acak pertahanan
Portugal.
Di menit-menit awal ketiganya mengancam gawang portugal melalui
tendangan-tendangan keras dari luar kotak penalti. Bahkan gelandang Mark
Van Bommel pun ikut melepaskan tendangan jarak jauhnya yang masih
melenceng.
Portugal yang terus dikepung, beberapa kali balas menyerang dengan
menggunakan taktik serangan balik yang cepat. Gelandang yang merumput di
Barcelona Deco menjadi pengatur serangan di lapangan tengah. Dengan
memanfaatkan Cristiano Ronaldo di kiri serta Luis Figo di kanan, Portugal
beberapa kali membahayakan gawang Van der Sar.
Puncaknya adalah serangan balik Portugal yang berhasil membobol gawang
Belanda. Gol tunggal Portugal diciptakan oleh Maniche yang memanfaatkan
kelengahan duet Joris Mathijsen dan Andre Ooijer yang tidak mengantisipasi
pergerakan dari lini tengah.
Umpan silang Deco berhasil dikontrol oleh Pauleta, dengan sedikit sentuhan
Pauleta memberikan assist kepada Maniche yang datang dari lini tengah.
Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti tidak berhasil dihalau Van der
Sar di menit ke-23.
Di menit ke-34 portugal harus bermain tanpa Cristiano Ronaldo. Benturannya
dengan Khalid Boulahrouz membuat dia harus digantikan Simao Sabrosa.
Dengan wajah meringis menahan sakit Ronaldo keluar lapangan. Usai mencetak
gol pertama Portugal sedikit menurunkan tempo.
Hal ini dimanfaatkan Belanda untuk terus menekan anak asuh Luis Felipe
Scolari. Di penghujung babak pertama, handsball yang dilakukan dengan
sengaja gelandang Costinha membuat dia harus diusir wasit. Kartu kuning
kedua yang diterimanya membuat Portugal harus bermain dengan 10 pemain.
Di babak kedua Belanda langsung mengendalikan permainan. Seperti di babak
pertama mereka melakukan serangan dengan mengandalkan tendangan jarak
jauh. Scolari memasukkan gelandang bertahan Armando Petit menggantikan
striker Pedro Pauleta. Deco didorong ke depan menjadi penyerang.
Peluang terbaik Belanda diperoleh Phillip Cocu di menit ke-48. Lolos dari
off side tendangan Cocu yang hanya berhadapan dengan kiper Ricardo
membentur mistar gawang. Belanda semakin menaikkan tempo permainan.
Pertandingan berubah menjadi keras dan panas. Sebuah serangan balik yang
diawali Figo digagalkan dengan sikut bek Khalid Boulahrouz. Tanpa ampun
wasit asal Rusia Valentin Ivanov memberikan kartu kuning kedua dan
mengusirnya. Sempat terjadi keributan dan dorong-dorongan antara pemain
Portugal dengan pemain Belanda.
Dengan jumlah pemain sama banyak kedua tim kembali saling menyerang.
Belanda masih terus mengepung untuk mengejar ketertinggalan. Monotonnya
serangan dan minimnya aksi dari Robben dan Van Persie membuat Belanda
tidak berhasil menembus rapatnya pertahanan Ricardo Carvalho dkk. Setali
tiga uang, penyerang Dirk Kuijt pun tidak mampu berbuat apa-apa.
Di menit ke-77 wasit Ivanov kembali memberi kartu merah kepada Deco.
Tackel dari belakangnya terhada John Heitinga membuat dia akan absen dalam
pertandingan berikutnya 1 Juli mendatang.
Para pemain Belanda pun semakin bernafsu. Unggul jumlah pemain untuk yang
kedua kalinya membuat seluruh pemain Belanda ikut menyerang. Total
football benar-benar diterapkan.
Tapi, kuatnya pertahanan Portugal membuat pemain Belanda menjadi
frustrasi. Akibatnya Belanda juga harus bermain dengan sembilan pemain di
menit ke-94. Bek kiri Giovanni v. Bronckhorst harus menggenapi jumlah
empat pemain yang diusir oleh wasit.
Enam menit injury time yang diberikan tidak mampu dimanfaatkan Belanda.
Striker jangkung Jan Vennegoor of Hesselink yang dimasukkan van Basten
tidak memberi hasil apa-apa. Satu gol Portugal sudah cukup mengantar
pulang para pemain Belanda dari Piala Dunia Jerman 2006.
Hasil ini lebih buruk dari catatan Guus Hiddink di Piala Dunia 1998 lalu
yang berhasil mencapai semifinal.
Susunan Pemain
Portugal: Ricardo, Fernando Meira, Costinha, Luis Figo (Tiago 84′), Pedro
Pauleta (Petit 46′), Miguel Monteiro, Nuno Valente, Ricardo Carvalho,
Cristiano Ronaldo (Simao Sabrosa 34′), Maniche, Deco.
Belanda: Edwin Van der Sar, Khalid Boulahrouz, Joris Mathijsen (Rafael van
der Vaart 56′), Giovanni v. Bronckhorst, Dirk Kuijt, Philippe Cocu (Jan
Vennegoor of Hesselink 85′), Arjen Robben, Andre Ooijer, Robin van,
Persie, Mark van Bommel (Johnny Heitinga 67′), Wesley Sneijder.
Ga kebayang ngeliat film2 andelan bakal dan sudah maen..
1. Superman….duh….ga ada matinya bareng Alm.Christopher Reeve…ampe skr masih keinget,….
2.
Pirates….anak gw aja doyan heuhuehue…ampe diumpetin ini film yg pertama tetep aja si olas bisa muter…Johnny Deep ok banget..
3. Aliens…duh…ga kebayang kalo ada beneran…yg paling ok kayanya yg aliens pertama ama kedua..berikutnya udah mulai ngada2….
4. ROCKY….film yg gw kira membosankan awalnya…tapi pas smp gw nonton…wah..ini film touch banget…yg pertama ama kedua…kalo yg berikutnya udah mulai hip2 hura2….ada james brown pula huehuhue….yg pertama kayanya ampir bikin gw nangis hiks2….
5..6…7..dst kayanya film2 box office …cukup menghibur aja…
upsss sorry..gw ralat…ada Indiana Jones…ada…GODFATHER..fuihh….gimana nasibnya yaa….trus…ada JURASIC PARK… wah,..DAHSYAT!!!!….selamat NONTON deh..n manjakan mata anda…
Regards,
Om Kondre…
Oleh DJULIANTO SUSANTIO
Arkeolog, Tinggal di Jakarta
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0606/13/metro/2728551.htm
Sejak 50 tahun lalu, berdasarkan SK tertanggal 23 Februari 1956 yang
dibuat oleh Dewan Perwakilan Kota Sementara Djakarta Raja, hari lahir
Jakarta ditetapkan pada 22 Juni 1527. Yang menjadi dasar penetapannya
adalah penelitian Prof Soekanto sebagaimana diuraikan dalam bukunya
Dari Djakarta ke Djajakarta (1954).
Meskipun Soekanto mengatakan, "Sayang sekali harinya yang sungguh-
sungguh, kita tidak dapat menemukannya, sedangkan tahunnya agak pasti
diketahui berkat hasil penyelidikan ahli- ahli sejarah," tetapi
penetapannya sudah telanjur diputuskan badan legislatif.
Soekanto mengawali penelitiannya dengan beranggapan bahwa pada 21
Agustus 1522 diadakan perjanjian persahabatan antara Portugis dan
Raja Sunda untuk mendirikan benteng di Kalapa (Sunda Kelapa).
Kemudian pada 1526 datang sepasukan armada Portugis untuk membangun
benteng itu. Sesudah ekspedisi diselesaikan pada akhir 1526, armada
Portugis berlayar ke Sunda.
Karena diterjang badai, sebagian pasukan terdampar dekat Kalapa. Pada
saat bersamaan, Kalapa baru saja dikuasai tentara Muslim pimpinan
Faletehan. Rupanya Faletehan menganggap armada Portugis adalah musuh
besar sehingga semuanya dibunuh kaum Muslim itu. Kemudian Faletehan
merebut kota ini dari kekuasaan Raja Sunda, sahabat orang Portugis
tersebut.
Atas dasar beberapa data sejarah itulah Soekanto "mengutak-atik"
bahwa pembunuhan oleh Faletehan dilakukan pada awal Maret 1527.
Berkat kemenangannya itu, Faletehan mengganti nama Sunda Kelapa
menjadi Jayakarta (=kemenangan yang sempurna).
Soekanto kemudian berupaya mencari tahu kapan peristiwa itu terjadi.
Dalam analisisnya dia menggunakan penanggalan Islam, bukan
penanggalan Hindu- Jawa seperti yang digunakan para pakar sebelumnya.
Akhirnya berdasarkan pranatamangsa, yakni penanggalan yang ada
hubungannya dengan pertanian, ia menyimpulkan, nama Jayakarta
diberikan pada "tanggal satu mangsa kesatu", yaitu pada 22 Juni 1527.
Tanggal itu dianggap berhubungan erat dengan masa panen.
Namun, pendapat Soekanto itu kemudian mendapat tentangan dari Prof
Hoesein Djajadiningrat. Dalam artikelnya "Hari Lahirnja Djajakarta"
(Bahasa dan Budaya, V (1), 1956, hal 3-11), Hoesein meragukan tanggal
tersebut. "Apa ‘tanggal satu mangsa kesatu’ tahun 1527 jatuh pada 22
Juni seperti tahun 1855?" begitu pendapatnya.
Menurut Hoesein, perhitungan tahun yang terdiri atas 12 mangsa untuk
keperluan petani adalah berdasarkan peredaran bintang Weluku dan
bintang Wuluh. Jadi, "tanggal satu mangsa kesatu" harusnya paling
tidak jatuh pada 12 Juli. Tepatnya menurut bintang Wuluh jatuh pada 9
Juli, sementara menurut bintang Weluku pada 17 Juli.
Kekeliruan, menurut Hoesein, juga dilakukan Soekanto terhadap mangsa
panen. JLA Brandes, seperti yang dia kutip, menghitung bahwa mangsa
panen berlangsung pada 12 April- 11 Mei, sedangkan Tjondronegoro
mengemukakan 25 Maret-17 April atau 18 April-10 Mei.
Hoesein bahkan mempertanyakan tarikh Islam yang sudah dikenal di Jawa
pada 1526 atau 1527 M, seperti yang digunakan Soekanto dalam
memberikan pendapat. "Bukankah tarikh Islam mulai dipakai di Jawa
atas perintah Raja Mataram Sultan Agung pada 1633 M?" begitu Hoesein
mengomentari Soekanto.
Hoesein lalu menyimpulkan bahwa pergantian nama Sunda Kelapa menjadi
Jayakarta terjadi pada hari raya Maulud 12 Rabiulawal tahun 933 H
atau pada hari Senin, 17 Desember 1526. "Perayaan Maulud pada 12
Rabiulawal dianggap baik sekali jika jatuh pada hari Senin. Sebab,
menurut tradisi Islam, Nabi Muhammad lahir dan wafat pada hari
Senin," demikian alasan Hoesein.
Pertanyaan kita sekarang tentunya, benarkah hari lahir Jakarta 22
Juni 1527 sebagaimana pendapat Soekanto? Ataukah 17 Desember 1526
kalau mengikuti tafsiran Hoesein Djajadiningrat? Sebenarnya, pro-
kontra hari lahir Jakarta bukan hanya dilakukan oleh Soekanto-Hoesein
Djajadiningrat. Ahli arkeologi Islam, Ayatrohaedi, pernah menghitung-
hitung seharusnya hari jadi Jakarta adalah Maret 1527.
Tokoh Betawi Ridwan Saidi dalam tulisannya di Suara Pembaruan
beberapa tahun lalu berujar, "Sungguh memilukan nasib penduduk
Jakarta khususnya orang Betawi, hari di mana hak-hak mereka dirampas
oleh kekuatan yang berbau asing (Gujarat) dijadikan sebagai hari jadi
kota mereka".
Dari pernyataannya, tentu Ridwan berkeberatan kalau 22 Juni 1527
menjadi hari lahir Jakarta.
Perdana Menteri RI Ali Sastroamidjojo pada 1956 sewaktu menghadiri
perayaan pertama hari ulang tahun Jakarta, juga merasa terheran-
heran. Adapun Prof Slametmuljana berpendapat, "Belum ada data sejarah
pasti untuk membenarkan salah satu hipotesis tersebut".
Hari lahir Jakarta secara diam-diam terus menuai kontroversi. Tak ada
salahnya kalau berbagai penelitian tentang masa lampau Jakarta
diprioritaskan oleh Pemprov DKI Jakarta dan instansi terkait.
Woahhhhhhhh…tonite …BRAZIL vs KROASIA…
4 ujung tombak…R.A.R.K Ronaldinho.Adriano.Ronaldinho.Kaka
Dari jaman Careca…Zico…Bebeto…Romario…kayanya Brazil ga habis2nya ngeluarin stock maut….
Melawan Kroasia kayanya mata bakal terpuaskan dengan ‘gocekan2′ maut…dengan stamina dan kekuatan penuh…om yakin Brazil bakal melibas Kroasia…
Nantikan di SCTV….02.00 a.m Rabu,14 Maret 2006….
Kira2 berapa gol yg dihujamkan R.A.R.K. ke gawang KROASIA……….hueeeeeeeeeeeeeh…
Enjoy it tonite….!!!
Om mulai ketularan ama Bola pas taun 78…gara2 si Kempes….rambut gondrong ala GodBless….lanjut lagi pas taun 82…dengan PAOLO rossi…
duh…bikin klimaks dengan 6 golnya membawa Italiano jawara 3 kali…nyamain Brazil…..
Lanjut lagi pas taun 86 dengan si BOGEL Maradona..dengan gol ‘tangan Tuhan’ trus melewati 5 pemaen Inggriss termasuk Peter Shilton..wuihh….
90…taun suram…Jerman jawara tapi ga asik…my fave jawara EROPA Netherland takluk gara2 dispppitt apa ARIA!!!
sedih banget liat Van BAsten, Ruud Gullit ama Rijkard ga bisa megang Trophy…..
94….BRAZIL jawara…wuihh uhuyy…ROMARIO BEBETO,…..di States yg ga fanatik ama bola tapi stadion bisa full semua…dahsyat!
98 BRAZIL dan BELANDA bikin gw sedih…dilibas ama Prancis….
2002..As usual my fav jawara!!
2006???? siapa lagi kalo bukan BRAZIL!!!
hueheueheuheeee….sambaaaaaaaaaa!!!